Home > Uncategorized > Memaknai (Kembali) Peringatan Hari Anak Nasional

Memaknai (Kembali) Peringatan Hari Anak Nasional

Anak adalah investasi dunia akhirat. Anak dapat membantu orang tua  untuk masuk surga. Namun, anak pun dapat menjerumuskan orang tuanya  masuk neraka. Bagaimana anak bagaimana pula orang tuanya. Oleh karena  itu, perlu optimalisasi peran orang tua agar anak-anaknya terselamatkan  dari berbagai godaan dan tantangan perubahan zaman.

Relevan kiranya kita ingat lagi hadits Baginda Rasul, “Tiap bayi  dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ayah dan ibunyalah kelak yang  menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi” (H.R. Bukhari).

Kemajuan zaman semakin menjauhkan kita dari nilai-nilai dan pola hidup  Islam; mengaku Islam tapi kebanyakan kita hidup mengikuti tata cara  orang Yahudi. Baginda pun mengingatkan akan hal ini, “Barangsiapa  menyerupai (meniru-niru) tingkah laku suatu kaum, maka dia tergolong  dari mereka (H.R. Abu Dawud).

Inilah yang akan membawa kita pada kekufuran, secara langsung maupun  tidak langsung kita menginjak-inak norma dan aturan yang telah  ditetapkan Allah SWT. Padahal setiap shalat kita senantiasa berdoa,  agar Allah membimbing kita pada jalan yang lurus, bukan jalan  orang-orang yang dimurkai Allah dan bukan pula jalan orang-orang yang  sesat.

Betapa bahaya kekufuran itu, karena Allah SWT dengan tegas menyatakan,  “Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka,  sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka  itu adalah bahan bakar api neraka” (Q.S. Ali Imran, 3:10). Pernyataan  yang sama diulang lagi dalam surat Ali Imran ayat 116 dan surat Al  Mujadilah ayat 17.

Di Indonesia, setiap tanggal 23 Juli diperingati sebagai hari anak  nasional. Entah apa maksudnya. Ada kebanggaan ketika kita melihat  anak-anak Indonesia meraih prestasi di berbagai ajang nasional maupun  internasional. Tapi di sebalik itu, ada catatan kelam yang harus  menjadi perhatian serius bagi orangtua. Sekali lagi, perhatian serius.

Rusaknya moral anak tentu tidak dapat diselesaikan hanya dengan selebrasi dan memperingatinya setiap tahun. Harus ada kerja extra keras dari berbagai pihak untuk menyelesaikan masalah ini, agar anak-anak kita menjadi generasi yang tangguh, pejuang yang gagah, dan mampu mengubah peradaban. Karena jika kondisi ini dibiarkan terus, maka yang akan muncul nantinya adalah generasi yang rusak moralnya, generasi yang tingkah lakunya hanya akan mendatangkan azab Allah SWT.

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: