Home > Akhir Zaman > Tinjauan Bibel: A Woman Rides The Beast

Tinjauan Bibel: A Woman Rides The Beast

30 September 2011 Leave a comment Go to comments

“Perempuan menunggang Binatang” adalah salah satu visi yang dilihat oleh Yohanes pada saat ia diasingkan di pulau Patmos sekitar tahun 95 AD. Dalam pengasingan/pembuangannya di pulau Patmos, Yohanes telah mendapatkan visi-visi profetik yang diberikan oleh Tuhan Yesus sendiri kepadanya. Kumpulan visi-visi profetik ini disalin oleh Yohanes dan sekarang kita kenal dengan nama “Kitab Wahyu” atau “The Revelation book” atau “The Apocalypse book”.

Perempuan menunggang Binatang” ini akan kita temukan dalam Wahyu 17 (KJV).  “So he carried me away in the spirit into the wilderness: and I saw a woman sit upon a scarlet coloured beast, full of names of blasphemy, having seven heads and ten horns.”

“Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.”

 

Identitas PEREMPUAN

Wahyu 17:1.
“Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: “Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.”
Di Wahyu 17:1 disebutkan bahwa perempuan itu adalah seorang pelacur.

Wahyu 17:2.
“Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya.”

Siapakah identitas perempuan yang adalah juga seorang pelacur? Jika kita mempelajari ayat-ayat di Alkitab, hal terpenting yang perlu diketahui adalah jangan pernah mengartikan setiap ayat di Alkitab berdasarkan nalar pemikiran kita sendiri, tetapi sebaiknya adalah kita mencari ayat-ayat penjelasan/ayat-ayat pendukung yang lain dari Alkitab.

Mari kita lihat di Wahyu 17:18.
“Dan perempuan yang telah kaulihat itu, adalah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi.”

Identitas perempuan itu adalah sebuah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi yang melacurkan dirinya. Bagaimana sebuah kota besar dapat disamakan dengan pelacur besar?

Perzinahan dan persundalan sering dipakai di Alkitab untuk membahasakan suatu bangsa atau kota yang penduduknya tidak setia kepada Tuhan dan jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala. Alkitab sering membahasakan bahwa penyembahan berhala adalah = perzinahan/persundalan secara rohani. Kota Yerusalem yang disebut sebagai “The City of God” disebut sebagai “sundal” karena penduduknya berubah setia dan menjadi penyembah berhala. Ini dapat kita baca di Yehezkiel 16 dan beberapa ayat di bawah ini.

Yesaya 1:21
“Bagaimana ini, kota yang dahulu setia sekarang sudah menjadi sundal! Tadinya penuh keadilan dan di situ selalu diam kebenaran, tetapi sekarang penuh pembunuh.”

Yeremia 3:9
“Dengan sundalnya yang sembrono itu maka ia mencemarkan negeri dan berzinah dengan menyembah batu dan kayu.”

Yehezkiel 23:37.
“Sebab mereka berzinah, tangan mereka berlumuran darah dan mereka berzinah dengan menyembah berhala-berhalanya, bahkan anak-anak lelaki mereka yang dilahirkan bagi-Ku dipersembahkannya sebagai korban dalam api kepada berhala-berhalanya menjadi makanan.”

Jadi sekarang kita telah mengetahui bahwa perempuan itu adalah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi, kota itu jatuh ke dalam penyembahan berhala dan menurut Wahyu 17:2, Kota itu telah membuat seluruh penghuni bumi jatuh ke dalam penyembahan berhala.

 

Identitas BINATANG

Wahyu 17:3.
“Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.”

Dari Wahyu 17:3, kita mengetahui bahwa perempuan itu/kota besar itu duduk di atas seekor binatang yang mempunyai 7 kepala dan 10 tanduk. Jika kita melihat ilustrasi dari binatang ini, maka kita akan teringat akan visi yang diberikan Tuhan kepada Daniel tentang “patung Nebuchadnezzar” di Daniel 2 dan juga 4 binatang di Daniel 7.

1. Binatang pertama, seperti singa yang mempunyai sayap burung rajawali.
2. Binatang kedua, seperti beruang berdiri ada sisinya yang sebelah dan dengan 3 tulang rusuk yang masih ada di dalam mulutnya, diantara giginya.
3. Binatang ketiga, seperti macan tutul berkepala 4 dengan 4 sayap burung pada punggungnya.
4. Binatang keempat, binatang ini menakutkan dan mendahsyatkan, sangat kuat, bergigi besar dari besi dan bertanduk 10.

Ke 4 binatang tersebut adalah menggambarkan 4 kerajaan yang menjajah Tanah Perjanjian. Binatang pertama adalah kerajaan Babilonia di bawah kepemimpinan raja Nebuchadnezzar, binatang kedua adalah kerajaan Media-Persia, binatang ketiga adalah kerajaan Yunani di bawah kepemimpinan Alexander Agung, dan binatang keempat adalah kerajaan Romawi. Gambar binatang keempat di Daniel 7:7-8 adalah sama dengan yang dimaksud di Wahyu 17:3. Dan binatang di Wahyu 17:3 adalah kerajaan Romawi itu sendiri. Untuk mencari penjelasan tentang Wahyu 17:3, kita dapat membaca di Wahyu 17:8.

Wahyu 17:8.
“Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi.”

Yohanes menulis Kitab Wahyu pada saat kerajaan Romawi sedang berkuasa. Karena itu disebutkan bahwa “telah ada.” Kerajaan Romawi kuno ini runtuh, karena itu disebutkan “tidak ada”, dan penggenapan nubuat “akan muncul lagi” ini terjadi ketika Uni Eropa memutuskan untuk menjadi satu secara ekonomi, keuangan, perdagangan dan pemerintahan. Uni Eropa sekarang ini adalah kerajaan Romawi modern. Mereka memiliki undang-undangnya, memiliki presidennya, memiliki parlemennya, memiliki sistem perekonomian, memiliki mata uangnya sendiri.

Jadi kalau dalam Wahyu 17:3 disebutkan bahwa perempuan itu duduk di atas seekor binatang, maka kota besar itu terletak di Uni Eropa. Selain itu ada Alkitab juga memberikan penjelasan tambahan tentang kota besar itu. Kita dapat membacanya dari Wahyu 17:9

Wahyu 17:9.
“Yang penting di sini ialah akal yang mengandung hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk,”

 

Kota yang terletak diantara 7 gunung

Dari Wahyu 17:9, kita akan mengetahui bahwa kota besar itu, terletak diantara 7 gunung. Kota besar apakah yang ada di Uni Eropa, yang terletak diantara 7 gunung? Jika hal ini ditanyakan kepada masyarakat Itali, maka mereka dengan yakin akan menjawab bahwa kota besar itu adalah kota Roma.

The Seven Hills of Rome (Italian: Sette colli di Roma) east of the river Tiber form the geographical heart of Rome, within the walls of the ancient city.

The seven hills are:
* Aventine Hill (Latin, Aventinus; Italian, Aventino)
* Caelian Hill (Caelius, Celio)
* Capitoline Hill (Capitolinus, Campidoglio)
* Esquiline Hill (Esquilinus, Esquilino)
* Palatine Hill (Palatinus, Palatino)
* Quirinal Hill (Quirinalis, Quirinale)
* Viminal Hill (Viminalis, Viminale)

Categories: Akhir Zaman
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: