Home > Akhir Zaman > Tinjauan Bibel: Paus ke-8

Tinjauan Bibel: Paus ke-8

30 September 2011 Leave a comment Go to comments

Kota yang memerintah atas raja-raja di bumi

Bagaimana kota Roma dapat disebutkan sebagai “kota yang memerintah atas raja-raja di bumi” seperti di Wahyu 17:18? Jawabannya adalah “gereja Katolik Roma”. Dari kota Roma, Paus memerintah atas bangsa-bangsa di bumi. Bahkan seorang kepala negarapun harus tunduk kepada Paus. Paus disebutkan sebagai “Vicar of Christ”.

Paus adalah “representatif Kristus” di muka bumi ini. Ia adalah “Tuhan di muka bumi” ini bagi umatnya. Perkataan Paus setara derajatnya dengan Firman Tuhan.

Arti nama Vicar of Christ

Dari manakah asal kata “Vicar”? “Vicar” berasal dari bahasa Latin yang artinya adalah “wakil”, atau “pengganti” atau “nemesis”. Dalam bahasa Yunani “pengganti” adalah “Anti”. Jadi secara tidak langsung titel “Vicar of Christ” arti sebenarnya adalah “Anti-Christ” dalam bahasa Yunani.

Wahyu 17:4.
“Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.”

Dijelaskan dalam Wahyu 17:4 bahwa warna kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara. Warna kain ungu dan kain kirmizi ini adalah simbol raja/ kaisar yang sering dipakai oleh kaisar-kaisar Romawi. Bahkan ketika Yesus diolok-olok oleh para prajurit Romawi sebagai “raja Yahudi”, Yesus dikenakan jubah yang terbuat dari kain berwarna ungu. Lihat di Matius 27:28 dan Yohanes 19:2,5.

Kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara.

Matius 27:28.
“Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya.”

Yohanes 19:2.
“Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu,”

Yohanes 19:5.
“Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: “Lihatlah manusia itu!”

Warna ungu itu sekarang dipakai oleh Katolik Roma untuk menyatakan Paus sebagai pemimpin tertinggi.

Roma = Babel

Wahyu 17:5.
“Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.”

Wahyu 17:6.
“Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran.”

Jika kita memperhatikan Wahyu 17:6, dikatakan bahwa Katolik Roma mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Bagaimana hal ini dapat terjadi?

Hanya 1 jawabannya yaitu “Inquisition”. “Inquisition” mencengkeram Eropa pada sekitar abad pertengahan. Dalam buku “History of Inquisition”, Canon Llorente yang adalah sekretaris dari program “Inquisition” di Madrid tahun 1790-1792 AD menjelaskan bahwa sekitar 3 juta jiwa telah disingkirkan dari masyarakat karena menentang Vatikan dan kurang lebih 300.000 orang telah dibakar hidup-hidup di atas tiang.

Pemberian kuasa kepada Paus

Apa garis besar dari “Lateran Treaty”?
* Pemerintah Itali mengakui kembali kekuasaan gereja Katolik Roma. Dengan pengakuan ini, maka gereja Katolik Roma mendapatkan independensinya sebagai pemegang kekuasaan rohani tertinggi di dunia.
* Pemerintah Itali menerima posisi gereja Katolik Roma sebagai “official state religion”.
* Segala undang-undang yang dibuat oleh pemerintah Itali sejak tahun 1870 yang mengucilkan gereja Katolik Roma dihapuskan.
* Paus kini mempunyai wewenang kembali sebagai duta agama, kepala pemerintahan gereja Katolik Roma.

Sejak tahun 1929, Paus sebagai Vicar of Christ mendapatkan kembali segala macam priveleges-nya. Sejak tahun 1929 Paus kembali menjadi raja.

Wahyu 17:10.
“ketujuhnya adalah juga tujuh raja: lima di antaranya sudah jatuh, yang satu ada dan yang lain belum datang, dan jika ia datang, ia akan tinggal seketika saja.”

Dari Wahyu 17:10 kita mengetahui bahwa :

* Akan ada 7 raja.
* Yohanes dibawa dalam visi profetik yang melihat bahwa 5 raja sudah jatuh, dan Yohanes melihat raja yang ke 6.
* Dari Wahyu 17:10 kita akan mengetahui bahwa setelah raja ke 6 jatuh, akan datang raja ke 7, tetapi ia akan seketika saja.

Siapakah ke 7 raja itu? Berikut ini adalah daftar ke 7 raja itu :

1. Pius XI dari tahun 1922-1939. Ia yang memulai Lateran Treaty Day.
2. Pius XII dari tahun 1939-1958. Secara tidak langsung ia terlibat dengan Mussolini, Hitler dalam gerakan anti-semitisme.
3. John XIII dari tahun 1958-1963.
4. Paul VI dari tahun 1963-1978.
5. John Paul I tahun 1978.
6. John Paul II dari tahun 1978-2005.
7. Benedict XVI dari 9 April 2005-saat ini.

Alkitab telah menubuatkan bahwa raja ke 7 hanya akan seketika saja. Dan selanjutnya akan digantikan oleh raja ke 8 yang tidak lain adalah Iblis yang menyusup ke dalam diri manusia. Ia adalah antikristus.

Wahyu 17:11.
“Dan binatang yang pernah ada dan yang sekarang tidak ada itu, ia sendiri adalah raja kedelapan dan namun demikian satu dari ketujuh itu dan ia menuju kepada kebinasaan.”

Dari Wahyu 17:11, kita mengetahui bahwa :
* Gereja Katolik Roma sampai tahun 1798 AD ( yang pernah ada ) perilakunya seperti binatang, ketika ia menganiaya para saksi-saksi Kristus yang setia pada Firman. Kemudian sejak tahun 1798 AD ia memasuki masa padang gurun ( yang sekarang tidak ada ). Dan sejak tahun 1929 AD, Katolik Roma mendapatkan kembali masa-masa jayanya sampai pada puncaknya nanti pada saat raja ke 8, yaitu sang antikris itu sendiri.
* Yang akan menjadi raja ke 8 adalah satu dari ketujuh raja itu. Tetapi raja ke 8 itu tidak akan dianggap sebagai raja, malahan ia akan menjadi jelmaan dari Iblis sendiri.

Desakan kepada Paus Benediktus untuk mundur telah disampaikan sejak tahun 2010 lalu oleh beberapa negara di antaranya: Austria, Belgia, Republik Ceko, Perancis, Irlandia, Italia, Belanda, Polandia, Inggris, Argentina, Brazil, Mexico, Peru, Kanada, Amerika, Australia, New Zealand dan  Philipina karena berbagai alasan:
Time Magazine: Germany’s Priest Sex Abuse Scandal Puts the Vatican on the Defensive
Bloomberg: German Church Suspends Priest Embroiling Pope in Abuse Scandal
The Sydney Morning Herald: Pope named in new twist to German paedophile priest furore
The Australian: Pope Benedict drawn into abuse scandal
La Repubblica: A paedophile priest in Munich when Ratzinger was bishop.
Il Tempo: Germany attacks its Pope.
France24: Pope’s diocese took in priest set for paedophilia therapy
Il Messaggero: Paedophilia, abuses at Munich when Ratzinger was bishop.
AGI news agency: Paedophilia: in Munich, Ratzinger accepted a priest for a cure
Reuters: A paedophile priest in the Pope’s ex diocese.
Corriere della Sera: Paedophilia, a case in Munich when Ratzinger was bishop.
La Stampa: Paedophilia, new disaster for the Vatican
And even Avvenire, a journal of the Italian bishops, says: Paedophile priest was moved to Munich.
National Catholic Register: Pope Benedict Transferred Paedophile?
The Daily Mail: ‘Joseph Ratzinger of Munich – the future Pope Benedict – had approved therapy for a priest suspected of abuse’.
Sky: Pope Dragged Into Paedophile Priests Row
The Guardian: Pope is ‘shocked’ to hear of abuse case in Munich while he was archbishop
Classic FM: Pope Dragged Into Paedophile Priests Row
Belfast Telegraph: Pope’s handling of case queried

Kapan Paus Benediktus akan mengundurkan diri? Baca analisisnya di sini

Categories: Akhir Zaman
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: