Home > Uncategorized > Ouroboros

Ouroboros

10 November 2011 Leave a comment Go to comments

Ouroboros (atau Uroborus) adalah sebuah simbol kuno yang menggambarkan seekor ular atau naga yang memakan ekornya sendiri. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani;. Οὐρά (Oura) yang berarti “ekor” dan βόρος (Boros) yang berarti “makan”.

Gambar ular yang memakan buntutnya sendiri sepertinya dirancang oleh bangsa Mesir Kuno sekitar pertengahan millenium kedua sebelum Masehi. Beberapa tahun setelah itu, selama dinasti Zhou berkuasa di Cina, naga atau ular yang memakan buntutnya sendiri  diilustrasikan. Mungkinkah dua peradaban besar yang terpisah oleh jarak yang luar biasa itu mengembangkan konsep ini secara benar-benar terpisah satu sama lain?

Bangsa Funisia menyerap simbol Ouroboros dan menjadikannya bagian dari budaya mereka. Bangsa ini awalnya menghuni wilayah tepi pantai dari bagian yang sekarang disebut Suriah, di sekeliling laut Mediterania. Melalui hubungan perdagangan, ide-ide mereka tersebar luas. Bangsa Yunani Kuno kemudian mengadopsi Ouroboros dan memberinya nama yang kita kenal hari ini sebagai “pemakan buntut”. Ejaan alternatifnya termasuk Uroboros dan Oureboros.

Ouroboros menjadi siklus alam; kehidupan dari kematian, penciptaan dari kehancuran. Yin dan Yang adalah simbol yang lebih tua yang berasal dari Cina yang memiliki kemungkinan cikal bakal penciptaan simbol ini. Ada begitu banyak pendapat mengenai asal usul simbol Ouroboros, ada yang mengatakan Ouroboroslah inspirasi untuk Yin dan Yang.

Dalam Alkimia kuno, Ouroboros adalah seekor ular, atau terkadang naga, yang pada masa-masa awal sering disebut sebagai cacing. Ia membentuk sebuah lingkaran ketika memakan dirinya sendiri, terus menerus, mendaur ulang, sebuah metafora dari kelahiran dan kematian.

Gnostisisme, sebuah bentuk ajaran spiritual yang berpendapat bahwa pengikutnya memiliki pencerahan khusus, mengajarkan bahwa matahari dapat dianggap sebagai seekor naga raksasa yang menggigit ekornya sendiri.

Mitologi bangsa Norwegia juga memiliki versi Ouroborosnya sendiri, ular Jormundgand. Ular ini adalah salah satu dari tiga orang anak dewa besar Loki. Dahulu kala, Odin, pemimpin para dewa, menyadari bahwa suatu hari kelak, Jormundgand, seekor ular, akan membawa masalah besar, sehingga dia membuang ular itu ke laut dalam. Namun, makhluk itu begitu besar sehingga ia sanggup melingkari dunia, dengan menggigit buntutnya sendiri. Dewa dan manusia terperangkap di dalam dekapannya.

Ouroboros memiliki nilai penting bagi berbagai macam bangsa sepanjang sejarah. Walaupun pada awalnya tampak hampir tidak terlihat kesamaan, sebenarnya mereka semua disatukan oleh simbol ular yang memakan dirinya sendiri.

 

Kaitan Ourobros dan Freemansory

Dalam beberapa tingkatan Scottish Rite Freemasonry, pernak-pernik, terutama apron/celemek, yang dikenakan oleh mereka yang telah mencapai derajat tertentu dihiasi oleh gambar Ouroboros.

Di abad millenium ini, simbol ouroboros masih tetap digunakan dan dijadikan simbol/logo beberapa produk maupun logo perusahaan dengan beberapa modifikasi sehingga tercipta bentuk yang berbeda walaupun desain asalnya masih tetap terlihat. Beberapa di antaranya yaitu:

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: