Home > Islam > Otak dan Pencatatan Amal Manusia

Otak dan Pencatatan Amal Manusia

23 December 2011 Leave a comment Go to comments

Komponen otak, terutama bagian terbesarnya berupa massa gelatin yang bentuknya seperti agar-agar, diliputi oleh selembar kulit yang luas, sehingga harus diatur dengan baik agar dapat menempati ruang tengkorak kepala yang kecil. Kulit dengan luas permukaan 2.352 cm2 itu harus berada dalam batok kepala dengan volume paling besar 2.000 cc.

Bentuk gulungan kulit otak itu dapat menjelaskan beberapa ayat Alquran yang menguraikan tentang pencatatan dan penyimpanan data perbuatan manusia selama hidup di dunia yang akan dinilai kembali di akhirat. Allah SWT berfirman:

Dan tiap-tiap manusia telah kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka (Q.S. Al Isra, 17:13).

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam pikiranmu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (Q.S. Al Baqarah, 2:284).

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan (Q.S. Ya Sin, 36:65).

Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa semua perbuatan manusia, baik sadar atau tidak, bahkan meski perbuatan itu hanya terlintas dalam pikiran, akan dicatat dalam sebuah kitab dan kitab inilah yang akan dibuka, dihamparkan, dan berbicara di akhirat nanti; selain kemandirian organ-organ tubuh untuk berbicara secara bebas, tanpa rekayasa, dalam rangka mempertanggungjawabkan perbuatan pemiliknya waktu di dunia.

Abdullah Yusuf Ali menafsirkan penggalan kalimat kitaban yalqahu mansyura dalam Al Isra di atas dengan makna “sebuah gulungan yang terbentang”. Tafsiran Yusuf Ali itu menjelaskan bentuk fisik kitab pencatat perbuatan manusia tersebut. Logika “gulungan” sebagaimana dimaksudkan oleh Abdullah Yusuf Ali tersebut dapat diasosiasikan dengan bentuk “gulungan” yang ada dalam kepala manusia (otak).

Pendapat tersebut bersesuaian dengan pendapat ahli tafsir dari Lahore, Maulana Muhammad Ali. Menurutnya, perbuatan manusia akan menghasilkan berkas yang diletakkan pada leher si manusia. Berkas itulah yang pada hari kiamat nanti akan didapati berupa kitab yang terbuka lebar.

Tafsiran “gulungan” menuru Abdullah Yusuf Ali dan “terbuka lebar” menurut Maulana Muhammad Ali membawa asosiasi ke bentuk fisik kulit otak manusia yang bergulung-gulung dalam batok kepala manusia yang oleh ahli saraf disebut konvolusi. Jika kitab itu mencatat, maka kulit otak mengingat melalui rekaman pada sel-sel sarafnya. Menurut Lulu Lusianti Fitri dari STIH ITB, otak sebenarnya tidak pernah melupakan apapun. Jika kita lupa, itu bisa terjadi karena ada berbagai peristiwa yang terjadi secara bersamaan, atau mungkin kita anggap peristiwa itu tidak penting. Yang pasti, otak merekam segala sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas manusia, namun yang kita ingat hanyalah yang kita anggap perlu dan kita ambil dari memori otak.

Pendapat tersebut dapat kita pahami dengan memperhatikan mekanisme kerja otak yang diatur dalam wilayah kerja masing-masing, yang dibagi-bagi dan disusun sedemikian rupa dalam kulit otak. Menurut Brodmann otak terbagi dalam 47 wilayah, Campbel membaginya dalam 20 wilayah, Von Economo dalam 109 wilayah, dan Vogt dalam 200 wilayah. Misalnya, menurut Brodmann, wilayah 45 (area broca) untuk berbicara, wilayah 17 untuk penglihatan, serta wilayah 41 dan 42 untuk pendengaran.

Fungsi terpenting kulit otak (neokorteks) ini antara lain adalah berpikir, merasa, dan mengingat. Kulit otak ini mengingat melalui rekaman pada sel-sel sarafnya. Ia merekam aktivitas manusia yang bersangkutan, baik kegiatan motorik, sensorik, asosiatif.

  • Kegiatan motorik yaitu berkaitan dengan ekspresi diri manusia, terutama melalui gerakan seluruh bagian tubuh. Wilayah dalam kulit otak yang berkaitan dengan kegiatan motorik bertugas memerintah seluruh bagian tubuh untuk bereaksi terhadap rangsangan dari luar.
  • Kegiatan sensorik yaitu berkaitan dengan penerima rangsangan berupa penglihatan, pendengaran, perabaan, pengecapan, serta penyentuhan. Wilayah kulit otak yang berkaitan dengan kegiatan sensorik bertugas memahami dan menafsirkan rangsangan dari luar, kemudian dibagi-bagi ke seluruh bagian otak untuk dipahami secara seksama dan berkoordinasi dengan wilayah motorik untuk merespon rangsangan tersebut.
  • Wilayah kulit otak yang berkaitan dengan asosiasi bertugas mengondisikan dan mengonsolidasikan semua kerja otak yang tidak berhubungan langsung dengan proses motorik dan sensorik.

Para ahli menyebut pembagian kerja untuk kegiatan-kegiatan otak tersebut sebagai “homunculus otak“. Dengan demikian, boleh jadi, pada saat kita dihisab di yaumul hisab di akhirat nanti, homunculus otak kita itulah yang akan melaporkan seluruh rekaman aktivitas kita di dunia. Wallahu a’lam…

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya”; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun (Q.S. Al Kahfi, 18:49).

Dan hanya kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi. Dan pada hari terjadinya kebangkitan, akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebathilan. Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan. (Allah berfirman): “Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan” (Q.S. Al Jatsiyah, 45:27-29).

 

artikel terkait:
Malfungsi otak paling mengagumkan
Seksualitas otak
Polemik aktivasi otak tengah
Fakta tentang otak manusia

Categories: Islam
  1. 5 January 2012 at 6:25 AM

    It was a awe-inspiring post and it has a significant meaning and thanks for sharing the information.Would love to read your next post too……

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: