Home > Islam > Ghazwul Fikr

Ghazwul Fikr

Secara umum, sekurang-kurangnya ada 4 strategi yang dilakukan negara-negara anti Islam untuk menaklukan dunia slam (negara-negara Islam dan negara berpenduduk mayoritas muslim). Pertama, menciptakan kondisi ketergantungan dengan program bantuan luar negeri (foreign aid) seperti bantuan ekonomi, tenaga ahli, militer, dan pemberian pinjaman (utang luar negeri).

Kedua, penanaman rasa permusuhan dan saling curiga di antara negara-negara Islam (politik pecah belah, devide et impera). Strategi ini terungkap misalnya dalam sebuah memorandum orientalis Snouck Hurgronye, “Tidak ada faedahnya kita memerangi kaum muslimin atau berkonfrontasi untuk menghancurkan Islam dengan kekuatan senjata. Itu semua bisa kita lakukan dengan mengadu domba mereka dari dalam dengan menanamkan perselisihan agama, pemikiran, dan mazhab, dan menumbuhkan keraguan kaum muslimin pada kebersihan pemimpin mereka“.

Ketiga, pencegahan program persenjataan nuklir di negara-negara Islam, tidak saja untuk melanggengkan supremasi barat dalam persenjataan nuklir, tapi juga agar negara-negara Islam lemah secara militer. Keempat, peredaman dan pembasmian kekuatan Islam, khususnya gerakan-gerakan Islam (haraqah Islamiyah) yang merupakan oposisi terdepan terhadap hegemoni barat.

Selain keempat strategi tersebut, kaum kuffar secara sistematis juga berupaya mengeliminasi Islam supaya tidak berkembang dan menghantam Islam dari dalam, yang terangkum dalam program ghazwul fikr (perang pemikiran). Menurut Abu Ridha, al ghazwul fikr merupakan bagian tak terpisahkan dari uslub qital (metode perang) yang bertujuan menjauhkan umat Islam dari agamanya. Program al ghazwul fikr ini meliputihal-hal berikut.

Tasykik, yatu gerakan yang berupaya menciptakan keraguan dan pendangkalan kaum muslimin terhadap agamanya. Misalnya dengan terus menyerang (melecehkan) Alquran dan hadits, melecehkan Nabi Muhammad SAW, atau mengkampanyekan bahwa hukum Islam tidak sesuai dengan tuntutan zaman.

Tasywih, yaitu gerakan yang berupaya menghilangkan kebanggaan kaum muslimin terhadap agamanya. Caranya dengan melakukan pencitraan negatif terhadap agama dan umat Islam lewat berbagai media sehingga Islam terkesan menyeramkan, kotor, kejam, dan sebagainya.

Tadzwib, yaitu pelarutan budaya dan pemikiran. Di sini, kaum kuffar melakuka mencampuradukkan hak dan batil sehingga umat Islam kebingungan mendapatkan pedoman hidupnya.

Taghrib, yaitu pembaratan dunia Islam, mendorong umat Islam agar menerima pemikiran dan budaya barat seperti sekularisme, nasionalisme, dan sebagainya. Sekularisme berupaya memisahkan antara urusan keduniaan dan agama. Isme ini disusupkan ke dunia Islam sehingga umat Islam tidak lagi memedomani ajaran Islam dalam setiap aspek kehidupan, tetapi hanya pada aspek ritual ibadah saja. Nasionalisme merupakan seruan fanatisme kesukuan dan kebangsaan. Akibat merasuknya faham ini, umat tidak lagi merasa sebagai “umat yang satu” (ummatan wahidah) yang disatukan oleh akidah Islam.

Tentu saja, demonologi Islam adalah bagian dari strategi barat memerangi dan melumpuhkan Islam dan umatnya. Ia merupakan mata rantai yang tidak terpisahkan dari keseluruhan strategi dan taktik barat dalam menghadapi Islam. Tapi kita tetap optimistis bahwa Islam akan tetap eksis. Murad Hoffman menyatakan, “Saat ini, tidak ada seorang pun yang berani memprediksikan bahwa Islam akan lenyap, bahkan sebaliknya, Islam akan terus berkembang, bahkan meledak“. Yusuf Qardawi menegaskan, “Sebab Islam adalah agama yang dinamis dan hidup. Allah senantiasa mengutus individu, kelompok institusi, atau gerakan yang akan membangunkan umat dari tidurnya, dan menghidupkan gerakan Islam. Selain itu, kebangkitan merupakan naluri umat Islam“.

Rujukan:
Abbah, Ibrahim Abu. 1997. Hak dan Batil dalam Pertentangan. Jakarta: Gema Insani Press.
Hoffman, Murad W. 1997. Trend Islam 2000. Jakarta: Gema Insani Press.
Ridha, Abu. 1993. Pengantar Memahami al Ghazwul Fikr. Jakarta: Al Ishlahy Press.
Qardawi, Yusuf. 1993. Agenda Permasalahan Umat. Jakarta: Gema Insani Press.

Categories: Islam
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: