Home > Islam > Saat Rasulullah SAW Digugat

Saat Rasulullah SAW Digugat

Suatu hari, Aus bin Shamit berkata kepada istrinya, Khaulah binti Tsa’labah, “Kamu bagiku sudah seperti punggung ibuku“. Pada zaman jahiliyah, apabila seorang suami mengucapkan kata-kata seperti itu kepada istrinya, berarti dia telah mengharamkan istrinya baginya (menalaknya).

Karena itulah, Khaulah pergi menemui Rasulullah SAW untuk mengajukan gugatan mengenai perkara dengan suaminya. Khaulah berkata, “Demi Yang menurunkan al-Kitab kepadamu, dia (Aus bin Shamit) tidak pernah menyebut kata-kata talak … Ya Allah, aku mengadukan kepadamu, betapa gundanya batinku dan alangkah beratnya bagiku berpisah dengannya. Ya Allah, turunkanlah melalui lidah Nabi-Mu suatu pemecahan terhadap masalah yang kami hadapi ini“.

Maka turunlah firman Allah SWT yang menjadi jalan keluar bagi masalah yang dihadapi oleh Khaulah dan suaminya. Ayat tersebut yaitu: “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Orang-orang yang menzhihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih” (Q.S. Al Mujadilah, 58:1-4).

Categories: Islam
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: