Home > Islam > Sepetik Teladan Rasulullah (2)

Sepetik Teladan Rasulullah (2)

Dalam hal muamalah, Rasulullah mengajarkan kepada kita tentang toleransi umat beragama; dalam kehidupan bermasyarakat dan bersosialisasi tidak pernah membedakan satu dengan lainnya. Beliau mngajarkan kita untuk tetap menjenguk tetangga atau teman yang sakit, walaupun ia berbeda keyakinan. Seperti yang dilakukan Rasulullah saat menjenguk anak seorang Yahudi yang sedang sakit.

Pernah juga beliau menjenguk seorang yang berbeda keyakinan. Lalu ia meminta selendang Nabi. Maka Nabi pun memberikannya di hadapan para sahabat beliau yang ikut menjenguk saat itu. Hal itu sangat membuat para sahabat beliau cemburu. Para sahabat sangat ingin mendapatkan keberkahan dari apa-apa yang pernah dipakai oleh Nabi. Tetapi mereka sungkan. Sedangkan ia yang bukan sahabat Nabi malah mendapatkannya.

Pernah juga Nabi menjenguk seorang Yahudi buta yg sering meludahinya. Nabi bahkan menyuapi orang itu yang sering mengumpat Nabi di pinggir jalan. Nabi menyuapinya sambil mendengarkan umpatan dan sumpah serapah orang buta itu terhadap Nabi.

Setelah Rasulullah wafat, Sayyidina Abu Bakr menanyakan kepada puterinya, Sayyidah Aisyah, “Anakku adakah sunnah (kebiasaan) kekasihku (Rasulullah) yang belum aku kerjakan?” Kemudian ia menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah. Hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja. Setiap pagi, Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yg berada di sana.”

Esok harinya Sayyidina Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Beliau bertanya kepada seseorang, kiranya dimana dia dapat menemui pengemis Yahudi yang buta itu. Lalu dikatakan padanya jika ada seorang tua yang buta dan dari mulutnya selalu keluar kata-kata umpatan bagi Nabi Muhammad, maka itulah orangnya. Bayangkan, di kota yang dipimpinnya, ada orang yang setiap hari kerjanya mencaci-maki beliau, tetapi Nabi Muhammad membiarkan orang tersebut. Beliau tidak menangkapnya, tidak menghukumnya, bahkan malah menyantuninya.

Sayyidina Abu Bakar mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya. Ketika beliau mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “Siapakah kamu?” beliau pun menjawab, “Aku orang yang biasanya.”

“Bukan! Engkau bukan orang yang biasa menyuapiku,” jawab si pengemis buta itu. “Apabila orang yang sering menyuapiku datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu ia menghaluskan makanannya sehingga aku tidak susah mengunyahnya,” kata pengemis buta itu.

Rasulullah bukan hanya memberikan makanan sebagaimana yang dilakukan oleh Sayyidina Abu Bakar. Rasulullah bukan memberikan makanan, lalu meninggalkan pengemis itu agar dia makan sendiri dengan tangannya. Tetapi beliau jugalah yg menyuapi pengemis itu.

Sayyidina Abu Bakar tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya. Orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.”

Mendengar penjelasan Sayyidina Abu Bakar, Yahudi tua yang tidak pernah tahu orang yang biasa menyuapinya itu begitu terharu hingga meneteskan air mata, kemudian berkata, “Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghina dan memfitnahnya, namun ia tidak pernah memarahiku sedikitpun. Ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi. Sungguh ia begitu mulia.” Pengemis Yahudi buta itu pun akhirnya bersyahadat di hadapan Sayyidina Abu Bakar.

Categories: Islam
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: