Home > Realita > Memperingati Dikeluarkannya Supersemar

Memperingati Dikeluarkannya Supersemar

Sebelum tahun 1997, peristiwa Supersemar dianggap sebuah sejarah yang benar dan tidak menimbulkan kontroversi yang besar. Namun setelah Soeharto lengser, banyak pihak yang mencoba mengungkap dan mencari tahu kebenaran dari banyaknya cerita yang memungkinkan fakta dan kebenaran dari sejarah tersebut di-“skenario” oleh Soeharto kala itu.

Beberapa cerita yang menimbulkan kontroversi pasca lengsernya Soeharto bisa kita lihat misalnya dalam kasus Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau yang lebih kita kenal dengan G-30-S-PKI. Dalam sejarah pemberontakan tersebut hingga detik ini mungkin belum terungkap kebenaranya sehingga penayangan film terkait peristiwa tersebut saat ini juga dilarang. Bahkan sebelum itu, film tersebut seolah menjadi tontonan wajib tayang di televisi.

Hal yang sama ternyata juga dialami terkait kebenaran dari sejarah Supersemar ini. Wikipedia menjelaskan bahwa Supersemar yaitu sebuah Surat Perintah yang dikeluarkan oleh Presiden RI yang saat itu dijabat oleh Soekarno yang diberikan kepada Jenderal Soeharto berisi perintah yang menginstruksikan Soeharto, selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu.

Dengan adanya surat tersebut seolah Soeharto memiliki wewenang yang sangat besar untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan strategis termasuk kebijakan-kebijakan politik. Hal inilah yang hingga detik ini mungkin masih membuat para sejarawan belum bisa mengungkap kebenaran dari fakta Sejarah yang sebenarnya dari peristiwa tersebut.

Terkait dengan kebenaran dan fakta sejarah peristiwa Supersemar ini mungkin akan teramat sulit untuk mengungkap kebenaranya dikarenakan tokoh sentral peristiwa itu sendiri yaitu Suharto sudah meninggal, dan mungkin begitu juga dengan orang-orang atau saksi yang melihat dan tahu betul terkait kasus ini juga mungkin sudah meninggal. Sehingga jika dikembangkan lagipun akan mengalami kesulitan.

Fakta Unik Supersemar
Naskah Supersemar tersebut beredar dari milis dan email. Dalam versi online ini, naskah Supersemar diketik di atas kertas berkop Presiden Republik Indonesia disertai logo padi dan kapas di atasnya. Selain logo padi dan kapas, ada juga logo burung garuda di sisi kiri. Di akhir naskah ada tanda tangan Presiden Indonesia Soekarno pada 11 Maret 1966. Naskah ditulis dalam ejaan lama.

Sejumlah kejanggalan ada dalam naskah tersebut. Misalnya meskipun menggunakan ejaan lama, anehnya nama Soeharto dan Soekarno ditulis dengan ejaan baru.

Ada empat diktum dalam naskah tersebut. Diktum pertama berisi ‘Mengingat’. Kedua, Menimbang. Ketiga Memutuskan dan Memerintahkan’. Keempat bertulis selesai.

Dalam ‘Mengingat’, ada 2 hal yang disampaikan yakni pertama, mengingat tingkatan revolusi sekarang ini serta keadaaan politik nasional maupun internasional. Kedua, Perintah Harian Paglima Tertinggi Angkatan Bersenjata/ Presiden/ Panglima Besar Revolusi pada tanggal 8 Maret 1966.

Dalam ‘Menimbang’ juga berisi 2 hal. Pertama, perlu adanya ketenangan dan kestabilan pemerintahan dan jalannya Revolusi. Kedua, perlu adanya jaminan dan kewibawaan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimimpin Besar Revolusi serta segala ajaran-ajarannya.

Sementara dalam ‘Memutuskan/ Memerintah’ berbunyi kepada Letnan Jendral Suharto, Menteri Panglima Angkatan Darat. Atas nama Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimimpin Besar Revolusi memerintahkan tiga hal.

Satu, mengambil segala tindakan yang dianggap perlu, untuk terjaminnya keamanan dan ketenangan serta kestabilan jalannya Pemerintahan dan jalannya Revolusi, serta menjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan Pimpinan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimimpin Besar Revolusi/Mandataris M.P.R.S demi untuk keuntuhan bangsa dan negara Republik Indonesia, dan melaksanakan dengan pasti segala ajaran Pemimpin Besar Revolusi.
Dua, mengadakan koordinasi pelaksanaan perintah dengan Panglima-panglima angkatan lain dengan sebaik-baiknya. Ketiga, supaya melaporkan segala sesuatu yang bersangkut-paut dalam tugas dan tanggung-jawabnya seperti diatas.
Pada Diktum kempat hanya tertulis Selesai.

Otentifikasi Supersemar
Menurut kesaksian staf intel Komando Operasi Tertinggi Gabungan-5 (G-5 KOTI) Salim Thalib, naskah Supersemar yang dikenal sekarang adalah palsu. Selain aslinya tidak serapi itu, isi naskah juga tidak sama dengan naskah aslinya.

Beberapa kalangan menilai, latar belakang Supersemar tak lepas dari persaingan antara PKI dan Angkatan Darat. Sebelum terjadinya G-30-S, persaingan antara PKI dan Angkatan Darat sudah dalam taraf saling jegal. Bahkan PKI sampai ingin membangun “Angkatan Kelima” dalam militer, untuk menggeser Angkatan Darat. Dan Angkatan Darat ingin menggeser PKI.

Dalam beberapa pidato Soekarno menjelang ambruknya, bisa ditangkap adanya konspirasi tanpa sepengetahuan Soekarno. Sehingga timbul kecurigaan banyak orang. Mungkinkah Supersemar “sengaja” dinyatakan hilang? Betulkah naiknya Soeharto sebagai presiden adalah inkonstitusional karena bertentangan dengan amanat Supersemar? Dan karenanya Supersemar mesti lenyap secara misterius? Apakah bisa dipercaya begitu saja bahwa dokumen negara sepenting itu bisa hilang? Dengan kata lain harus dilenyapkan!

Jika Supersemar memang begitu monumental, di mana keberadaannya sekarang? Jenderal M. Jusuf pernah mengaku memiliki salah satu salinan Supersemar, namun hingga saat meninggalnya, ia tidak mau menunjukkan salinan tersebut kepada publik. Sementara dua naskah Supersemar di Arsip Nasional hanya berbentuk fotocopy. Anehnya kedua naskah itu tidak mirip karena diketik dengan spasi berbeda. Pertanyaannya, yang manakah di antara kedua naskah itu yang otentik? Atau apakah malah keduanya sama-sama tidak otentik?

Mungkin yang harus kita lakukan saat ini adalah kejujuran untuk meluruskan sejarah. Sejarah Supersemar, G-30-S-PKI, dan peristiwa lain yang tidak berhasil diungkap kebenarannya sesungguhnya menjadi pelajaran buat bangsa ini supaya tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang serupa atau bahkan mungkin lebih buruk dari sebelumnya.

Categories: Realita
  1. 22 January 2013 at 5:14 PM

    assalamualaikum. sejarah yg melelah kan, penipuan besar kepada sejarah, dan menjadi aib memalukan bagi sejarah indonesi dan dunia…….. itu lah resiko sejarah yg harus di terima….. melelah kan, memalu kan, kelakuan orang indonesia di masa lampau…… trim,s. wassalam.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: