Archive

Archive for the ‘Fenomena’ Category

Keajaiban Kulit Otak

19 February 2012 Leave a comment

Kulit otak bagaikan tanah yang luas, lapang lebar, tetapi tidak rata. Bagian ini membungkus otak manusia setelah batok kepala. Ia bagaikan blanket atau selimut pembungkus otak. Berwarna kelabu, melingkupi seluruh bagian otak hingga bagian tersembunyi sekalipun, dengan luas permukaan sekitar 2.352 cm persegi. Luas ini lebih luas daripada luas seluruh permukaan halaman tengah koran, bahkan bisa menyamai luas permukaan sebuah papan tripleks. Berat total kulit otak kira-kira 600 gram atau 40% dari berat total otak. Jumlah sel saraf pembentuknya kira-kira 2,6 x 10 pangkat 9 sel.

Dari luar tampak tak beraturan; ada sungai (sulcus) dan pinggirannya yang meninggi pada kedua sisi yang disebut gyrus. Ini terbentuk karena kulit otak sedemikian luas, tetapi rongga kepala terlalu sempit untuknya. Tiada ada dua orang yang memiliki bentuk sulcus yang sama, bahkan antara kedua belah otak adalam satu kepala pun bentuk sulcusnya sangat berbeda.

Ketebalan kulit otak manusia rata-rata 2,5 milimeter (di lobus frontal). Bagian yang paling tebal yaitu 4,5 milimiter terletak pada area motorik, daerah yang bertanggung jawab untuk menggerakkan tubuh manusia. Di daerah motorik ini, fungsi-fungsi untuk menggerakkan lidah dan tangan menempati bagian terbesar. Hal ini tentu bukan kebetulan, karena perbuatan manusia paling banyak melalui lidah (bahasa) dan tangan. Sedangkan ketebalan terkecil (paling tipis) yaitu 1,45 – 2,2 milimeter terletak pada area visual, daerah yang bertanggung jawab dalam penglihatan.

Pembungkus otak yang sangat penting ini disusun oleh dua jenis sel:
1. Sel neuron, yang bertanggung jawab untuk transmisi informasi dan membuat manusia sanggup berpikir secara ceras; jumlah sel ini sekitar 10-15 miliar sel dengan berat total 180 gram.
2. Sel glia, yang bertanggung jawab untuk “memberi makan” sel neuron dan menyokongnya hingga kuat; jumlahnya sekitar 50 miliar sel dengan berat total 420 gram.

Kulit otak inilah yang paling bertanggung jawab terhadap proses berpikir manusia. Dengan kata lain, manusia dapat berpikir secara rasional karena di kulit otaklah terjadi pengolahan informasi, meliputi sensasi (penerimaan)dan persepsi (tanggapan), termasuk bermukimnya memori.

Penelitian terakhir menunjukkan bahwa otak manusia terdiri dari sekitar 100 milyar sel aktif sejak lahir. Masing-masing sel tersebut dapat membuat jaringan sampai 20.000 sambungan tiap detik. Yang menakjubkan adalah saat awal kehidupan kita, otak berkembang melalui proses belajar alamiah dengan kecepatan 3 milyar sambungan per detik. Sambungan-sambungan ini adalah kunci kecerdasan manusia. Tiga hari pertama pada tahun 1997, jutaan pengguna komputer membuat 200 juta jaringan internet, sedangkan otak manusia mampu membuat jaringan 15 kali lebih banyak hanya dalam satu detik.

Dengan kemampuan luar biasa ini, otak manusia mampu menghapal seluruh atom yang ada di alam semesta. Kemampuan memori otak kita adalah 10 pangkat 800 (angka 10 dengan 800 angka 0 di belakangnya), sedangkan jumlah atom di alam semesta adalah sekitar 10 pangkat 100 (angka 10 dengan 100 angka 0 di belakangnya).

Gordon Dryden mengatakan, “You are the owner of the world’s most powerful computer”, anda adalah pemilik komputer paling hebat di dunia (otak anda), berikut perbandingannya:

Perbedaan otak komputer dan otak manusia (Semaun Samadikun, Majalah Elektron, # 5 April 2000)

Advertisements
Categories: Fenomena

Waspadai Propaganda Kaum Homo/Gay

12 November 2011 3 comments

Tulisan ini bukan untuk menghakimi para gay, namun sebagai jawaban atas klaim sepihak yang penuh dusta yang digembar-gemborkan sebagai fakta yang tanpa sadar akan memberikan sugesti bagi orang-orang normal yang lugu. Beberapa propaganda tersebut antara lain sebagai berikut.

1. Penelitian Kinsey menyatakan bahwa 1 dari 10 pria adalah Homoseksual sejati

Dari skala seksualitas yang dibuat oleh seksolog alm Alfred Kinsey, heteroseksual hanya menempati SATU level saja, begitu pula dengan gay. Biseks malah menempati 5 level dengan berbagai tendensi. Jika kedua teori itu disatukan, maka artinya jumlah pria hetero sebenarnya sangat sedikit karena kaum biseks merajai populasi! Bantahan atas hasil penelitian Kinsey dapat dibaca dalam tulisan-tulisan berikut.
Ten Percent Homosexual Myth
10% of Americans are gay — urban myth explored
Kekeliruan Kinsey
Ternyata cuma 1.7 persen

2. Manusia menjadi Homoseksual adalah karena masalah Genetika (Gay Gene)

Propaganda yang sering kita dengar misalnya, “Adalah keputusan Tuhan untuk menjadikan kami gay” atau “Gay adalah akibat kelainan genetika, kami tidak akan bisa mengubah itu”.

Gay gene adalah propaganda kaum homo yang sangat umum digembar-gemborkan. Sudah puluhan tahun dilakukan penelitian tapi tidak ada fakta ilmiah yang bisa 100 persen mendukung klaim tersebut. Gay Gene adalah kontroversi yang sengaja dibuat-buat agar kaum Homo mendapatkan pembenaran. Memang ada manusia yang terlahir hermaprodit alias kelamin ganda, tapi tidak ada manusia yang terlahir dengan kelamin normal namun punya kecenderungan homoseks. Gay adalah kecenderungan seksual yang terjadi akibat faktor lingkungan, cara asuh, dan pergaulan yang salah. Penyebab homoseks ini adalah fakta ilmiah yang bisa diterima oleh para scientist, tapi tidak dengan gay gene. Setidaknya penyebab gay karena faktor psikologis dan lingkungan lebih dapat diterima akal daripada klaim “genetis” yang sudah diteliti selama puluhan tahun namun belum ada buktinya.
Analisis tentang gay gene dapat dibaca pada artikel-artikel berikut.
The Gay Gene: Assertions, Retractions, and Controversy
Is There a “Gay Gene”?
Runtuhnya Teori “Gay Gene”
The Gay-Gene Hoax

3. Homoseksual tidak bisa disembuhkan

Bisakah homoseksual disembuhkan? Bisa, kalau manusia itu berniat tulus dan bersungguh-sungguh. Salah satu buktinya adalah mantan leader aktivis gay Amerika yang sudah “tobat”. Artikelnya dapat dibaca di sini. Usaha untuk “kembali ke jalan yang benar” dapat dibaca dari artikel-artikel berikut.
10 Situs Menarik tentang Penyembuhan Gay
Treatment of Male Homosexuality: A Cognitive-Behavioral and Interpersonal Approach
‘Cure’ for homosexuality?
Study: Some ‘gays’ can become ‘predominantly’ heterosexual with psychotherapy

4. Agama tidak melarang Homoseks

Ini propaganda yang paling “ngawur” karena jelas sekali semua agama samawi melarang dan menghujat homoseksual seperti yang terjadi pada kaum Sodom. Propaganda agama yang menyesatkan juga dibuat oleh aktivis JIL (jaringan islam liberal) yang membenarkan homoseksual sehingga muncul ungkapan “di agama Islam homoseksual tidak berdosa, yang penting jangan anal seks”. Jika ada orang islam yang gay atau ada pendeta yang menikah sesama jenis, itu bukan pembenaran. Ajarannya tetap melarang homoseksual. ISLAM sebagai agama yang merupakan rahmatan lil alamin atau rahmat terhadap seluruh isi alam, menerima kaum lesbian, gay, biseksual, transeksual dan transgenital (LGBT) sebagai salah satu penghuni alam, namun tidak menerima perilaku homoseksual karena itu bertentangan dengan fitrah manusia. Selengkapnya dapat dibaca di sini.

Gay dalam Pandangan Kristen

Kristen juga melarang keras hubungan seks sejenis, baik dilakukan dari kaum pria maupun wanita. Ada 2 kisah dari Alkitab yg menceritakan bagaimana Tuhan menghancurkan dunia ini karena praktek hubungan seks sejenis yang merajalela: (1) air bah dan (2) kisah Sodom dan Gomorah. Selain itu, sudah jelas hukuman bagi orang-orang yang hidup dalam hubungan sejenis, hukumannya adalah hukuman mati.

IMAMAT
20:13 Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.
Dari ketentuan dalam surat Imamat di atas, jelas bahwa orang-orang yang melakukan hubungan seksual sesama jenis halal darahnya, dengan catatan yang membunuh harus orang yang benar-benar tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya (YOHANES 8:7).

Dan sudah pasti para homo dan lesbi pada saat hari penghakiman akan langsung mendapat upahnya di Neraka. Jadi percuma mereka yang beragama Kristen tapi berperilaku homo dan lesbi, berbuat baik dan banyak beramal dalam hidupnya, karena itu semua tidak akan dihitung. Dalam pandangan agama Kristen, masuk ke dalam kerajaan surga bukanlah karena perbuatan baik, tapi karena anugerah kasih karunia. Dan anugrah kasih karunia itu didapat melalui iman dan penurutan.

1 KOR 6:9
Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit…

Jadi kalo ada pendeta yang menikahkan kaum gay, tanya dulu pendeta itu dari sekte mana, karena kalau dari sekte-sekte yang sudah lama berdiri, yang umur sekte itu sudah ratusan tahun, tidak akan pernah mengijinkan pernikahan sejenis. Masalahnya, sekte-sekte baru dalam kekristenan banyak bermunculan dan sekte-sekte inilah yang mau memberikan kesempatan kaum homo dan lesbi untuk menikah secara sah.

Tinjauan Medis
Pada dasarnya, hubungan seksual yang dilakukan oleh setiap pasangan adalah sehat dan dianjurkan untuk meningkatkan kualitas hubungan antar pasangan. Namun, ada beberapa kegiatan dari hubungan seksual yang dilarang oleh para ahli kesehatan. Misalnya berhubungan seksual melalui anal alias anal sex. Hubungan seks melalui dubur yang kerap dikenal dengan nama anal seks ini memang telah cukup dikenal. Bahkan, aktifitas seksual ini konon telah dilakukan sejak berabad-abad yang lalu. Menurut Dr. Boyke Nugraha, hubungan seksual melalui anal sangat tidak dianjurkan karena berdampak buruk terhadap kesehatan.

Mengapa dilarang? Sebab, di dalam dubur itu bersarang beragam bakteri yang bersifat patogan yang berhasil dikeluarkan dari tubuh bersama feses. Tindakan sodomi atau melakukan hubungan intim dan penetrasi melalui dubur itu justru akan berpotensi memasukkan kembali kuman-kuman itu ke dalam tubuh. Selain itu, hubungan intim melalui anal seks ini juga akan menimbulkan berbagai penyakit ‘aneh’ dan berbahaya, seperti hepatitis C dan HIV-AIDS. Hal ini telah terbukti secara jelas melalui temuan penelitian dari pakar kesehatan di luar negeri. Jadi, sebaiknya setiap pasangan harus menghindari aktifitas penetrasi anal ini dalam hubungan seksualnya, demi kesehatan. Anus dan Vagina benar-benar sangat berbeda. Vagina memang diciptakan untuk berhubungan seks, sedangkan anus seperti yang anda tahu, merupakan tempat pembuangan faeces (kotoran), jadi di sanalah segala macam kuman bersarang.

Sebagai penutup, mudah-mudahan video berikut bisa memberikan inspirasi

Categories: Fenomena

Kolam “Darah” Mendidih

24 October 2011 Leave a comment

Jepang memiliki 9 tempat wisata yang dijuluki sebagai nereka yang ada di bumi (Nine Hell) dikatakan demikian karena kesembilan neraka ini memiliki panas alami yang begitu panas hingga selalu mengeluarkan asap. Salah satu dari 9 neraka yang dikenal adalah bernama Chinoike Jigoku atau lebih dikenal dengan sebutan “kolam darah” karena kolam yang ada airnya berwarna merah bak tercampur darah manusia.

Legenda tradisional Jepang menceritakan kolam darah ini diyakini orang kuno sebagai tempat penyiksaan arwah orang orang jahat yang disiksa di neraka sehingga dampaknya air kolamnya pun berwarna merah seperti tercampur darah manusia. Secara ilmiah penelitian mengungkap bila Chinoike Jigoku merupakan geyser aktif yang memiliki kandungan oksida besi yang tinggi hingga secara kimiawi membuat air yang ada memiliki kemiripan dengan kandungan darah dan warnanyapun mirip.

film dari youtube:

Categories: Fenomena

Nguyen Thi Phuong, Wanita yang Tua Mendadak

17 October 2011 Leave a comment

Melihat gambar di atas, Anda pasti menduga bahwa foto itu adalah gadis 20-an tahun dan neneknya. Namun, yang sebetulnya foto itu adalah orang yang sama, yang difoto hanya selisih beberapa hari saja.

Nguyen Thi Phuong, nama wanita itu, kini menjadi objek penelitian medis yang langka. ia diduga mengalami alergi ekstrem makanan laut yang mengubah kulitnya, namun beberapa ahli meragukannya.

Phuong, 26 tahun, mengatakan dia mulai bengkak-bengkak pada wajah dan kulitnya mulai kendur pada tahun 2008. Namun saat itu ia tak mencoba mencari pengobatan karena kemiskinannya. Makin hari, penampilannya semakin menua. Kini, ia tampil bak wanita berusia 70-an tahun.

Thanh Tuyen, suaminya, mengakuinya. namun, tukang kayu ini mengaku cintanya pada sang istri tak pernah memudar. Sehari-hari, Phuon selalu memakai memakai masker di depan umum untuk menyembunyikan penampilannya. Baru sekarang, dia menjadi objek penelitian dan pengobatan medis setelah sebuah rumah sakit menggratiskan seluruh biaya pengobatan.

Ia meyakini kondisinya disebabkan oleh alergi parahnya pada makanan laut. Dia bilang dia menderita reaksi sangat buruk pada tahun 2008. “Aku benar-benar gatal di seluruh tubuh. Aku menggaruk bahkan ketika tidur,” katanya.

Ia membeli obat di toko obat lokal untuk menghentikan rasa gatalnya. “Setelah satu bulan meminum obat, gatal berkurang. Lalu aku beralih ke obat tradisional dan semua gatal-gatal menghilang. Namun, kulitku mulai melorot dan berlipat,” katanya. Phuon kemudian mengambil jenis lain dari obat tradisional untuk mengobati masalah penuaan yang cepat. Namun langkah ini sama sekali tak menolong.

 

Prediksi dokter:

Lipodystrophy, sindrom langka yang menyebabkan lapisan jaringan lemak di bawah permukaan kulit hancur sementara kulit itu sendiri terus tumbuh pada kecepatan yang mengejutkan. Ini tidak menyembuhkan dan meninggalkan korban dengan lipatan-lipatan kulit yang longgar di tubuh mereka serta wajah keriput dan fitur dari orang banyak terus. Hanya 2.000 orang diperkirakan memiliki kondisi tersebut.

Cushing’s syndrome, hal ini dapat dipicu jika seseorang memiliki tingkat hormon yang sangat tinggi yang disebut kortisol dalam darah mereka. Gejala umum termasuk penambahan berat badan, pembulatan dari wajah akibat timbunan lemak berkembang di sana dan penipisan kulit. Hal ini sering terjadi sebagai efek samping pengobatan dengan kortikosteroid. Perempuan lima kali lebih tinggi kemungkinannya terkena sindrom Cushing endogen daripada pria, dengan rentang usia 25 sampai 40 tahun.

sumber

Categories: Fenomena

Spontaneous Combustion

7 October 2011 Leave a comment

Tanggal 23 September 2011 lalu, Michael Faherty (76 tahun), ditemukan tertelungkup di dekat api di ruang tamunya di Galway, Irlandia. Selain dari tubuhnya, peneliti tidak menemukan kerusakan lain di rumahnya.

Dr. Kieran McLouglin, ahli koroner Galway Barat mengatakan bahwa peristiwa spontaeous combustion itu baru pertama kali terjadi dalam 25 tahun kariernya dan dipercaya bahwa ini adalah kasus pertama yang terjadi di Irlandia.

Spontaeous combustion (pembakaran spontan) terjadi ketika objek (dalam hal ini manusia) terbakar dalam semburan api dari reaksi kimia internal tanpa dipengaruhi sumber panas eksternal. Dalam kebanyakan kasus, tubuh korbannya hampir sepenuhnya terbakar, biasanya terjadi di dalam rumah tanpa kerusakan properti lainnya.

 

Definisi
Spontaneous Human Combustion (SHC) atau pembakaran spontan manusia adalah fenomena ketika seorang manusia terbakar menjadi abu tanpa sebab yang diketahui secara pasti. Peristiwa Ini dianggap sebagai salah satu misteri terbesar yang masih belum terjawab, bahkan setelah 350 tahun sejak kasus pertama dilaporkan.

 

Sejarah Spontaneous Human Combustion
Fenomena SHC pertama kali diketahui secara luas oleh publik dari seorang ahli anatomi Denmark bernama Thomas Bartholin. Pada tahun 1663, ia menceritakan bagaimana seorang wanita di Paris ditemukan telah menjadi abu dan asap di atas tempat tidurnya. Anehnya, matras jerami tempat ia berbaring sama sekali tidak gosong.

Pada tahun 1673, fenomena ini mulai mendapat perhatian cukup besar ketika seorang Perancis bernama Jonas Dupont mempublikasikan kasus-kasus SHC yang berhasil dikumpulkannya dalam sebuah buku yang berjudul “De Incendiis Corporis Humani Spontaneis“.

Sejak cerita Thomas Bartholin pertama kali terdengar hingga kini, paling tidak terdapat 200 laporan mengenai peristiwa misterius ini.

 

Pola Korban Spontaneous Human Combustion
Dari 200 laporan yang masuk, terdapat pola yang hampir sama ditemukan pada semua tubuh korban atau lokasi kejadian.

Tubuh korban umumnya telah terbakar habis dan hampir seluruhnya menjadi abu. Ini menunjukkan api yang membakar lebih panas dibanding api biasa. Biasanya yang tersisa dari korban hanyalah potongan tangan atau kaki. Pada sebagian kasus, perut korban masih tersisa sedikit, sedangkan tulang sepenuhnya menjadi abu.

Dalam peristiwa ini, benda-benda di sekitar korban tidak pernah terbakar. Dalam beberapa kasus, bahkan seprai tempat korban tidur tidak terbakar sama sekali.

Di lokasi kejadian, umumnya juga ditemukan substansi seperti lemak menyelimuti langit-langit dan dinding. Biasanya lapisan lemak ini mencapai hingga satu meter di atas lantai. Objek-objek yang berada dalam area satu meter ini menunjukkan tanda-tanda kerusakan akibat panas, seperti cermin yang retak atau lilin yang meleleh.

Umumnya peristiwa ini terjadi ketika korban sedang berada di dalam rumahnya sendiri dan petugas koroner yang tiba di lokasi biasanya mencium bau asap dan bau manis di ruangan tempat insiden tersebut terjadi.

 

Korban-korban ternama
Dari 200 laporan yang masuk dalam jangka waktu 350 tahun, inilah beberapa korban yang paling sering disinggung dalam tulisan-tulisan mengenai SHC.

Pada 9 April 1744, Grace Pett yang berumur 60 tahun yang tinggal di Ipswich, Inggris, ditemukan oleh putrinya dalam kondisi seperti “sepotong kayu yang termakan habis oleh api tanpa terlihat adanya lidah api di tubuhnya.” Pakaian yang tergantung di dekat mayat korban sama sekali tidak terlihat tanda-tanda hangus.

Pada tahun 1951, seorang janda berusia 67 tahun bernama Mary Reeser sedang berada di rumahnya di Florida. Pada saat itu seorang tetangganya yang hendak berkunjung merasakan pintu depan rumah Mary menjadi panas. Ketika ia dan beberapa tetangga lain menerobos masuk, mereka menemukan Mary sedang duduk di kursi dalam kondisi mengenaskan. Kepala dan tubuhnya telah terbakar habis dan hanya menyisakan sedikit tulang belakang dan kaki kirinya.

Pada 18 Mei 1957, Anna Martin, 68 tahun, yang berasal dari Pennsylvania ditemukan telah menjadi abu dengan hanya menyisakan sedikit bagian perut dan sepasang sepatu. Para petugas medis memperkirakan Anna Martin terbakar oleh api dengan suhu hingga 2.000 derajat fahrenheit, setara dengan suhu api yang digunakan dalam proses kremasi.

Pada 5 Desember 1966, seorang kakek berusia 92 tahun bernama Dr. J Irving Bentley juga dari Pennsylvania ditemukan telah tewas terbakar. Tubuh Dr Bentley habis terbakar di kamar mandinya dengan hanya menyisakan satu potong kakinya.

 

Saksi Peristiwa
Bayangkan, betapa mengerikannya ketika kita melihat seseorang yang kita kenal terbakar di depan mata kita. Ini pula yang terjadi pada beberapa peristiwa SHC di masa lalu.

Pada tahun 1938, seorang wanita berusia 22 tahun bernama Phyllis Newcombe baru saja selesai berdansa dan bersiap meninggalkan Shire Hall di Chelmsford, Inggris. Sementara ia berjalan menuruni tangga, tiba-tiba ia melihat pakaiannya terbakar tanpa sebab. Ia segera berlari masuk ke ballroom sambil berteriak meminta tolong. Sesaat kemudian ia jatuh tidak sadarkan diri. Beberapa orang yang panik segera bahu membahu memadamkan api yang menjilati Ms Newcombe. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong lagi. Petugas koroner yang menyelidiki kasus ini tidak menemukan indikasi adanya rokok atau sumber api lain yang dapat memicu timbulnya api.

Pada tahun 1982, seorang wanita cacat bernama Jean Lucille Saffin sedang duduk dengan ayahnya yang berusia 82 tahun di Edmonton, London. Menurut cerita ayahnya, tiba-tiba lidah api muncul begitu saja dan menjilat tubuh anaknya. Ia melihat tubuh bagian atas Jean mulai terbakar. Ia dan menantunya berhasil memadamkan api, namun nyawa Jean tidak tertolong.

Lain lagi kisah yang satu ini. Pada September 1985, seorang perempuan muda bernama Debbie Clark sedang berjalan kaki pulang ke rumahnya ketika tiba-tiba ia melihat lidah api berwarna biru yang sesekali terlihat muncul di tubuhnya. Debbie yang tidak menyadari situasi berbahaya ini segera memberitahu ibunya yang panik yang segera memadamkannya dengan air.

Hal yang serupa juga pernah terjadi pada tahun 1980 ketika Susan Motteshead yang sedang berada di dapurnya melihat dirinya tiba-tiba diselubungi oleh api. Namun api tersebut tiba-tiba lenyap sebelum sempat membakar tubuhnya lebih lanjut.

Anehnya, menurut para saksi yang selamat, mereka tidak merasakan adanya rasa panas atau sakit. Kesaksian ini menambah kadar misteri fenomena ini. Apakah ini berarti para korban tewas tanpa merasakan rasa sakit?

 

Teori-teori
Ada banyak teori yang berusaha menjelaskan penyebab peristiwa aneh ini. Teori-teori ini pada awalnya diajukan dengan melihat pola yang ada pada para korban. Memang, dari 200 laporan SHC yang masuk, tidak semua, tapi pada umumnya korban SHC memiliki beberapa kesamaan:

  1. Mereka umumnya adalah para manula.
  2. Memiliki cacat atau keterbatasan gerak tubuh. Wanita yang ditemukan di Brevard County, Florida, yang saya ceritakan di paragraf pertama juga memiliki kesulitan gerak walaupun ia bisa berjalan.
  3. Perokok dan peminum
  4. Orang-orang yang kesepian atau hidup sendiri untuk waktu yang lama.

Jadi dengan melihat pola-pola ini, beberapa peneliti mencoba untuk memberikan penjelasan ilmiah mengenai penyebab fenomena ini. Teori-teori tersebut adalah:

Alkohol
Kebanyakan korban SHC adalah alkoholik. Ada beberapa klaim yang mengatakan bahwa seorang peminum alkohol dapat mencapai level dimana alkohol di dalam darahnya dapat membuatnya terbakar. Namun teori ini dianggap tidak berdasar karena ethanol hanya dapat terbakar apabila konsentrasinya lebih besar dari 23%.
Teori ini menjadi tidak masuk akal karena jika manusia memiliki konsentrasi 1% saja di dalam darahnya, maka bisa dipastikan orang itu akan mengalami kematian.

Wick Effect atau efek sumbu
Teori ini menyebutkan bahwa tubuh manusia ketika tersentuh dengan api rokok dapat menyebabkan timbulnya api yang membakar tubuh. Menurut para peneliti juga, lemak di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai substansi pembakar. Sedangkan pakaian atau rambut korban berfungsi sebagai sumbu. Sementara lemak tubuh mencair karena panas, ia membasahi pakaian dan membuat “sumbu” terbakar secara perlahan-lahan. Ini sebabnya mengapa tubuh mereka terbakar sedangkan benda-benda sekitarnya tidak.
Ketika teori ini diajukan, orang-orang bertanya, bagaimana menjelaskan potongan kaki atau tangan yang tersisa dari tubuh korban? Jawabannya adalah level temperatur pada tubuh korban, Masih menurut para peneliti, ketika dalam posisi duduk, tubuh bagian atas korban menjadi lebih panas dibanding kakinya. Analoginya adalah seperti ketika kita menyalakan korek api. Api akan membakar kepala dan perlahan-lahan turun ke bawah. Tapi biasanya api akan mati sebelum membakar habis seluruh batang korek sehingga menyisakan sedikit batang korek bagian bawah.
Teori ini cukup masuk akal, namun permasalahannya adalah kapan tubuh manusia dapat menciptakan wick effect ini? Pertanyaan ini tidak dapat dijawab hingga hari ini.

Listrik Statis
Teori lain mengatakan bahwa mungkin jenis pakaian korban telah memicu timbulnya listrik statis. Seseorang yang berjalan di atas karpet dapat menciptakan aliran listrik dan voltase yang cukup untuk menciptakan percikan-percikan api.
Namun teori ini juga dibantah, karena walaupun voltase listrik yang dihasilkan cukup tinggi, energi yang tersimpan sangat rendah, biasanya kurang dari 1 joule. Ini tidak cukup untuk menciptakan api.

Psikosomatik
Sebagian korban yang ditemukan meninggal adalah mereka yang hidup sendiri atau kesepian. Jadi menurut sebagian peneliti, proses psikosomatik yang terjadi mungkin telah menimbulkan reaksi berantai dengan memproses nitrogen di dalam tubuh mereka dan menimbulkan reaksi berantai ledakan mitokondria. Teori ini juga dianggap terlalu mengada-ngada.

Gas dan listrik di dalam tubuh manusia
Dari antara semua teori yang diajukan, mungkin ini adalah teori yang paling masuk akal. Kita tahu bahwa tubuh manusia mengandung listrik dan di dalam tubuh manusia juga terdapat gas yang dapat menyalakan api. Contohnya adalah gas metana di dalam usus. Teori ini mengatakan SHC dapat terjadi ketika gas metan ini bercampur dengan listrik di dalam tubuh.
Sekali lagi, teori yang masuk akal. Namun pertanyaannya adalah, kapan listrik dan metan di dalam tubuh dapat menciptakan api. Pertanyaan ini lagi-lagi belum terjawab.

Hangus karena tertidur
Dan sekarang, inilah teori yang paling sederhana. Menurut sebagian orang, penyebab terbakarnya tubuh korban dapat disimpulkan dari ciri-ciri korban seperti yang sudah saya singgung di atas. Para korban yang ditemukan umumnya sedang merokok atau mabuk dan sendirian. Korban juga pada umumnya berusia lanjut atau memiliki kendala pada tubuh seperti cacat.
Jadi ketika mereka tertidur, rokok yang dipegang oleh mereka jatuh, membakar karpet dan akhirnya menjalar ke tubuhnya. Karena mereka memiliki kendala gerak pada tubuhnya, maka mereka tidak mampu menyelematkan diri hingga tewas di tempat. Sederhana sekali kan?
Tapi teori ini dianggap mengabaikan fakta bahwa di tempat penemuan mayat korban, benda-benda sekitar bahkan tempat tidur atau kursi tidak ditemukan hangus sama sekali. Ini menunjukkan bahwa sumber api sepertinya berasal dari dalam tubuh korban, bukan dari luar.

Kejahatan Terencana
Dan akhirnya, inilah teori yang paling sederhana diantara yang paling sederhana. Teori ini mungkin diajukan oleh peneliti yang malas berpikir. Menurut mereka, kematian korban adalah akibat kejahatan. Tubuh mereka yang hangus adalah usaha dari sang penjahat untuk menghilangkan jejak. So Lame….teori ini mengabaikan begitu banyak fakta sehingga tidak pernah dilirik oleh para peneliti yang kredibel.

 

sumber: wikipedia, science.howstuffworks.com, crystalinks.com, wftv.com

Categories: Fenomena

Fenomena Tubuh Manusia

6 October 2011 Leave a comment

Tubuh manusia memiliki banyak mekanisme misterius. Kini, peneliti Amerika Serikat (AS) berhasil mengungkap salah satu rahasia yang ada. Apa itu?

Tubuh manusia memiliki gen jam alarm yang akan terbangun bahkan jika orang tak mengatur alarm itu. Peneliti di Salk Institute for Biological Studies di La Jolla, California, mengatakan, gen ini bertanggung jawab memulai jam biologis tubuh dari keadaan istirahat di tiap paginya.

Temuan gen baru dan mekanisme ini membantu menjelaskan dasar-dasar mengapa tak bisa tidur, penuaan dan penyakit kronis seperti kanker dan diabetes.

“Tubuh merupakan serangkaian koleksi jam. Kita hampir tak mengetahui mekanisme apa yang membuat jam menurun di malam hari dan kita tak mengetahui apa yang mengaktifkan kita lagi di pagi hari,” papar Satchindananda Panda, peneliti di Laboratorium Salk .

Peneliti Salk bekerjasama peneliti McGill University dan Albert Einstein College of Medicine menggambarkan cara gen KDM5A mengkodekan protein sebagai saklar aktivasi dalam sirkuit biokimia yang menjaga ritme circadian.

“Kini, kami berhasil menemukannya dan menjelajah lebih dalam mengenai bagaimana proses malfungsi jam biologis seiring dengan penuaan dan perkembangan penyakit kronis. Kesehatan dan muda berasal dari tidur malam yang baik,” tutur Panda.

Inilah bukti ilmiah dari firman Allah: “Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha” (Q.S. Al Furqan, 25:47).

sumber

Categories: Fenomena

Codex Gigas : Alkitab iblis

3 October 2011 Leave a comment

Codex gigas atau buku raksasa adalah sebuah manuskrip abad pertengahan dengan ukuran terbesar yang masih ada. Buku ini ditulis pada awal abad ke-13 di biara ordo benediktus di podlazice di Bohemia. Saat ini buku tersebut tersimpan di Swedish Royal Library di Stockholm. Dibutuhkan tenaga dua pustakawan untuk mengangkat buku tersebut. Buku ini sering juga disebut “alkitab iblis” karena adanya sebuah ilustrasi ukuran besar bergambar setan di dalamnya.

Kodeks tersebut dsimpan di sebuah tempat yang terbuat dari kayu, dilapisi dengan kulit dan dihias dengan logam. Tingginya 92 cm, lebarnya 50 cm dan memiliki tebal 22 cm. Pada mulanya, kodeks itu memiliki 320 lembar naskah. Namun 8 lembar darinya dibuang. Tidak diketahui siapa yang membuang 8 lembar tersebut dan untuk tujuan apa. Ada dugaan 8 lembar yang dibuang kemungkinan berisi aturan-aturan biara ordo benediktus. Berat kodeks tersebut hampir mencapai 75 kg. Lembaran yang digunakan untuk menulis kodeks ini adalah kulit yang berasal dari 160 ekor anak sapi.

Biara tempat kodeks ini dibuat dihancurkan pada abad ke-15. Catatan yang ada pada kodeks menunjukkan bahwa pembuatan kodeks tersebut adalah sekitar tahun 1229 M. Setelah penulisannya, kodeks ini kemudian dipindahkan ke Biara Cistercians Sedlec dan akhirnya dibeli oleh Biara benediktus di Byoevnov. Dari tahun 1477-1593, kodeks ini disimpan di perpustakaan di Broumov sampai akhirnya dibawa ke Praha pada tahun 1594 untuk menjadi bagian dari koleksi Rudolf II. Pada tanggal 24 September 2007, Codex gigas dibawa kembali ke Praha setelah 359 tahun.

Isi dari kodeks ini adalah “a sum of the Benedictine order’s knowledge”, “The War of the jews” tulisan Josephus, daftar para orang kudus, metode untuk menentukan tanggal perayaan paskah, seluruh alkitab bahasa latin pre-vulgate, Isidore of Seville’s encyclopedia Etymologiae, Cosmas of Prague’s Chronicle of Bohemia, berbagai macam traktat (dari sejarah, etimologi dan fisiologi), sebuah kalender dengan nekrologium, daftar nama para biarawan di biara Podlaice, formula-formula ajaib dan catatan-catatan lain.

Seluruh isi kodeks ini ditulis dalam bahasa latin. Manuskrip ini juga dihiasi dengan warna-warna seperti merah, biru, kuning, hijau dan emas. Seluruh huruf besar diberi warna yang mencolok. Yang luar biasa adalah keseluruhan isi kodeks ini ditulis dengan relevansi yang luar biasa antar halaman. Yang berarti bahwa buku ini ditulis oleh satu orang dengan pikiran yang berkesinambungan. Hal ini membuat banyak ahli percaya bahwa keseluruhan kodeks ini ditulis dalam waktu yang sangat singkat.

Pada halaman 290, terdapat sebuah gambar Iblis dengan tinggi sekitar 50 cm. Beberapa halaman sebelum gambar ini ditulis pada lembaran kulit yang menghitam dan dibuat dengan karakter yang gelap, yang membuatnya berbeda dengan keseluruhan isi kodeks.

Menurut Legenda, penulis kodeks itu adalah seorang biarawan yang melanggar aturan biara dan dihukum dengan diikat di dinding dalam posisi berdiri seumur hidup. Biarawan ini memohon ampunan dari penghukuman yang luar biasa kejam itu. Sebagai gantinya ia berjanji untuk membuat sebuah buku yang akan memuliakan biara dan pengetahuan umat manusia selamanya, dan ia berjanji menyelesaikannya hanya dalam satu malam. Menjelang tengah malam, biarawan itu menjadi ragu apakah ia dapat menyelesaikannya sendiri. Jadi ia menjual jiwanya kepada iblis demi sebuah pertolongan. Iblis kemudian menyelesaikan manuskrip tersebut. Sebagai penghormatan kepada iblis yang membantunya, biarawan itu menambahkan gambar iblis ke dalam kodeks tersebut. Walaupun adanya legenda yang melibatkan iblis, pada zaman inkuisisi, kodeks ini tetap disimpan oleh biara dan dipelajari oleh banyak cendikiawan sampai hari ini.

sumber: crystalinks.com

Categories: Fenomena